Seperti yang disebutkan dalam pepatah tak kenal maka tak sayang, untuk itu pula kami perlu paparkan sedikit sejarah tentang desa kalianyar seperti desa-desa yang lainya. Dimana disetiap desa atau daerah sudah pasti memiliki cerita sejarah asal-usul dan latar belakang tersendiri yang biasanya merupakan pencerminan dari karakter dan ciri tertentu dari suatu daerah. Begitu juga dengan Desa kalianyar yang sejarah asal-usulnya tertuang dalam cerita yang diwariskan secara turun temurun dari mulut ke mulut meskipun sulit dibuktikan secara fakta.
Disamping itu biasanya cerita tersebut dapat dihubungkan dengan hal-hal yang mistis dan tempat-tempat yang dianggap keramat. Dalam hal ini desa kalianyar juga memiliki cerita / Legenda yang telah diyakini sebagian besar masyarakat secara turun temurun dan dijadikan asal usul adanya desa kalianyar seperti yang tersebut di bawah ini:
“Pada jaman dahulu sewaktu pemerintahan kerajaan rajekwesi sedang jaya-jayanya, ada seorang abdi kerajaan yang sangat setia pada kerajaan yang bernama yang bernama NYI SUMINI.Konon pada waktu dia menyadari keadaannya yang sebatang kara tentu di hari tuanya akan merepotkan kerajaan, agar hal itu tidak terjadi maka mintalah ijin pada sang raja untuk melakukan perjalanan pengembaraan mengasingkan diri untuk mencari ketenangan tanpa terganggu ramainya aktifitas ibu kota kerajaan Maka pada suatu hari setelah mendapat restu sang raja berangkatlah dia melakukan perjalanan pengembaraannya dengan disertai 2 orang abdi kerajaan yang mendapatkan perintah untuk menyertainya. Setelah berhari-hari kesana kemari tanpa mengenal lelah sampailah mereka pada suatu tempat yang dianggap cukup tenang, asri dan teduh dengan dipenuhi pepohonan yang rindang ber ada ditengah-tengah padang rumput yang luas.Sehingga dengan dibantu 2 orang abdi tersebut mereka mulai membersihkan semak yang ada disekitarnya dan dibuatlah gubuk kecil sebagai tempat untuk tinggal.
Seiring berjalannya waktu dikarenakan giatnya mereka membersihkan padang rumput di sekitarnya maka lambat laun berubahlah tempat tersebut menjadi ladang yang siap untuk dijadikan lahan pertanian. Sejak itu pula tempat tersebut dikenal banyak orang sehingga daerah yang dulunya padang rumpu yang gersang mulai banyak di datangi orang luar yang mengikuti jejak NYI SUMINI dan 2 orang temanya. Di karenakan banyaknya orang yang datang maka begitu cepat pula lahan tersebut menjadi tanah yang subur dengan tanaman apa saja yang dikehendaki bisa diharapkan hasilnya.
Setelah dirasakan tanah yang subur tadi sangat cocok untuk lahan pertanian, maka untuk menunjang pengairannya mereka beramai-ramai membuat parit di tengah-tengah lahan tersebut, sehingga kalau nantinya membutuhkan air untuk bercocok tanam antara lahan sebelah tumur dan barat sama-sama ikut merasakanya. Namun setelah semuanya bisa dirasakan dan dimanfaatkan oleh banyak orang tidak lama kemudian NYI SUMINI mendadak sakit dan tidak lama kemudian meninggal dunia. Dan sebelum meninggal dia berpesan kepada semua orang termasuk 2 abdi yang menyertainya tadi kalau dia meninggal supaya dimakamkan didekat gubuk rumahnya yang sekarang oleh masyarakat desa kalianyar disebut KRICAK juga lahan yang sebelah timur sungai untuk pertanian dan sebelah barat sungai untuk perkampungan dan pesan yang terakhir untuk mengenang kampung yang baru ini agar dinamakan kampung KALIANYAR...”